Bagai telur di ujung tanduk. Itulah salah satu perumpamaan di zaman Kala Bendhu ini. MAsalahnya siapa yang menaruh telur di ujung tanduk - perbuatan tolol. Lantas tanduk hewan apa pula yang digunakan? Telur apa yang nangkring di tanduk. Biasa saja seekor bebek teler bertelur di cula badak, bukanya tandu. Perumpamaan yang ngaco dari awal.rnProblem di atas tadi adalah gambaran keadaan negara kita…
Konon Tuhan menyukai Ironi. Yerusalem bermakan perdamaian adalah tanah yang penuh pertumpahan darah. Tapi, Sultan Shalahudin ibn Ayyub mencoba mengatasi ironi itu. Terbukti, di bawah pemerintahannya Yerusalem kembali menjelma menjadi tanah perdamaian dan persemian kekeluargaan antara islam, Yahudi dan Kristen. rnSampai kemudian, datang pasukan Richard di Hati Singa. Saat itulah takdir mempertem…
Seperti halnya Chairil Anwar, sajak-sajak Sapardi bukan hanya menarik generasi yang lebnih mudah untuk menulis puisi, tapi menyebarkan semacam gaya dominan dalam khazanah sastra kita. Puisi Sapardi adalah sebuah puncak pencapaian bahasa Indonesia.rnrnSapardi menjadikan puisi bukan lagi sekadar bentuk, tapi kualitas, sukma, dan bahkan cara memandang dunia."
Bayangkan kalau tradi menulis nggak pernah ada,rnkalau tradisi merekam peristiwa, gagasan, dan perasaan nggak peranah ada,rnapa kita bakal mengenal siapa nenek moyang kita?rnBayangkan kalau Anda tidak menulis,rntak berusaha merekam gagasan dan pikiran-pikiran Anda,rnapap cucumu nanti akan kenal siapa kamu?
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah angguta Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan di wilayah ke Sumatera Barat. Ditahun yang sama juga, ia dipindahkan ke Natal, Sumatera Utara, unruk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditu…